Review Novel CADL
Judul : CADL
Penulis : @triskaidekaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 282 Halaman
ISBN : 978-602-06-3957-4
Hidup rakyat Wiranacita kian rumit saat huruf itu dimusnahkan sang diktator, Salinan Yang Mulia. Aturan bicara dibatasi, buku-buku mulai disortir, dan kamus harus diganti. Di bakik larangan itu, asa rahasia suram dan kisah masa lalu yang ditutupi rapat-rapat. Saat satu-dua potongan rahasia itu muncul, Lamin hanya ikuti apa kata hatinya, Dia gak sadar akan ambang bahaya yang dia hadapi.
*
Wiranacita ialah suatu negara yang penuh dengan aturan. Aturan yang terdengar asing tetapi aturan itu justru membuat sosok Lamin penasaran dengan hal tersebut.
Peraturan yang dihilangkan huruf Itu, tentang beberapa buku yang dirampas paksa, tentang nyawa seseorang yang dirampas karena sebuah buku larangan.
Lamin yang memiliki rasa penasaran yang teramat tinggi membuat dirinya terjerat sendiri akan rasa penasaran tersebut.
Nyatanya, rasa penasaran membuat kehidupannya di ujung tanduk.
Tidak hanya itu, ada pun kisah Lamin dan baby kekasihnya. Di tengah persiapan mengumpulkan dana untuk menikah mereka harus diuji kembali dengan berbagai sisi kehidupan.
Kisah yang dikemas dengan penuh kejutan. Membuat pembaca puas saat mengetahui mau dibawa kemana konfliknya.
Selain itu pun, buku ini terasa nyata akan seluruh maklumat yang dirancang oleh penulisnya.
Untuk awal-awal membaca memang susah untuk menangkap plotnya, tetapi sudah menuju halaman tengah akan disajikan kejutan-kejutan yang tidak terpikirkan sama sekali.
Bagi saya ini sebuah novel yang luar biasa, yang benar-benar tidak bisa ditebak. Diksinya pun apik sekali, kosa kata yang unik. Dan satu lagi, benar-benar tidak ada huruf
Yang bisa saya ambil dari novel ini, tidak semua yang kita inginkan berimbas baik.
Rate 5 dari 5






0 Comments