Bingung Dengan Sikap Anak PAUD? Berikut 5 Cara Mendidik Anak PAUD di Sekolah, Guru PAUD Wajib Tahu!
![]() |
| Foto PAUD Al-Muhajirin |
Apa sih yang diperlukan dalam mendidik anak PAUD? Supaya kita tidak selalu emosional dan frustrasi dalam menghadapi mereka?
Apa sih hal yang mereka inginkan sebenarnya? Nah di sini kita sharing gimana cara mendidik anak PAUD. Berikut 5 Cara Mendidik Anak PAUD di sekolah :
1. Beri Contoh Baik
Selain tugas orang tua dalam memberikan contoh yang baik, guru pun berperan penting dalam memberikan contoh yang baik.
Mendidik anak PAUD bukan hal yang mudah, Anak PAUD cenderung memiliki sikap pengamatan yang baik. Mereka akan melakukan hal yang mereka lihat.
Untuk itu berilah contoh terbaik, karena sistem pemahaman anak itu 7% dari kata-kata, 38% dari nada dan suara, 55% dari bahasa tubuh.
2. Beri Kasih Sayang
Dalam mendidik anak PAUD, hal yang sangat dibutuhkan mereka ialah kasih sayang dari orang-orang yang mereka anggap sebagai pelindungnya.
Karena semakin kita dekat dengan si anak maka akan mudah juga untuk membangun komunikasi yang baik. Hal ini akan menciptakan emosi positif dalam diri anak.
3. Ajak Bermain
Kata siapa dalam mendidik anak PAUD tidak boleh banyak bermain? Justru permainan dapat merangsang perkembangan motorik anak.
Nah, sebagai guru harus pintar memilih permainan apa yang bisa menunjang perkembangan tersebut? Biasanya tiap-tiap sekolah memiliki teknik tersendiri.
Gunakan permainan sebagai edukasi tanpa sadar, seperti memilih warna, menyusun angka dan permainan lainnya. Selamat mencoba Ibu guru.
4. Ajak Berdiskusi
Menurut saya poin ini yang terpenting dari mendidik anak PAUD. Kenapa diskusi harus diterapkan? Karena tanpa disadari rasa ingin tahu mereka masih ditahap atas.
Nah hal ini bisa menjawab seluruh rasa penasaran mereka. Untuk mengawali diskusi pergunakan komunikasi yang positif.
Langkah awal untuk melakukan komunikasi positif ialah :
- Pahami terlebih dahulu perasaannya, dengan cara mendengar tanpa menghakimi, lalu berikan tanggapan atau komentar;
- Sentuh dan peluk anak yang mengalami emosi negatif;
- Biarkan si anak merasa terdengar terlebih dahulu, jika mereka sudah merasa terdengar, maka dengan sendirinya mereka akan menjadi pendengar;
- Terapkan bahasa positif;
- Hindari kata jangan, tidak. Namun jelaskan kenapa mereka dilarang;
- Hindari penggalan komunikasi;
- Gunakan teknik parafrase yaitu mengulang kalimat yang salah dan ganti dengan kalimat yang positif.
Kenapa ada anak yang susah sekali diajak diskusi? Adakah yang salah dalam penyampaian? Nah, berikut alasan-alasan yang sering terjadi :
- Para individu yang jiwanya tidak sehat atau neurosis;
- Nurani tumpul dan empati tidak berkembang;
- Kesulitan mengontrol emosi negatif, reaktif dan impulsif;
- Sifat hewani atau reptil yang dominan (Agresif, waspada, teritorial).
Sejak tadi saya terus mengulang kata emosi positif dan emosi negatif, nah apa sih yang membuat anak terbentuk dua karakter tersebut?
Ternyata dua hal tersebut terbentuk atas asuhan orang tua dan guru di sekolah. Berikut saya jelaskan dua perbedaan emosi tersebut :
EMOSI NEGATIF => Nurani dan empati tidak berkembang => NEUROSIS => Kurang motivasi atau apatis, khawatir, takut, stres, terancam, rasa dipermalukan, minder.
EMOSI POSITIF => Akhlak mulia, takwa dan nafsu Mutmainah (QS. Al-Fajr 27-30)
5. Jadilah Guru yang Berkarakter
Terlepas dari mendidik karakter anak. Guru pun harus dibentuk karakternya dalam mendidik anak PAUD. Lalu seperti apa guru yang berkarakter itu?
Apa ada pembelajaran khusus? Nah biasanya di perkumpulan sekolah sering ada pembelajaran guru karakter. Berikut contoh guru berkarakter :
- Mengajarkan dengan cinta;
- Penuh kasih sayang;
- Memberi perhatian dan berempati;
- Selalu memperbaiki diri;
- Sabar, ikhlas dan kreatif dalam mendidik.
Kenapa banyak sekali aturan dalam mendidik anak PAUD? Karena tanpa disadari pada umur tiga sampai empat tahun atau gold egg.
Ialah masa pembentukan karakter untuk seumur hidup manusia. Untuk itu lebih teliti lagi dalam mendidik anak PAUD. Semoga artikel ini bermanfaat.






0 Comments